No Image Available

ISU GLOBAL KESEHATAN RESPIRASI PADA BATUK KRONIS: Pendekatan Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat

 Penulis: Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM  Publisher: Sedaya Sumber  ISBN: -  Laman: 115 More Details  Download
 Deskripsi:

Batuk kronis merupakan salah satu gejala respirasi yang paling sering dijumpai dalam praktik klinis dan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Meskipun sering dianggap sebagai keluhan sederhana, batuk yang berlangsung lebih dari delapan minggu dapat menjadi manifestasi berbagai penyakit serius, seperti asma, cough variant asthma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), tuberkulosis, bronkiektasis, fibrosis paru, kanker paru, serta berbagai gangguan lingkungan dan okupasi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik individu, tetapi juga menimbulkan konsekuensi psikologis, sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat yang luas.
Buku ini mengulas secara komprehensif keterkaitan batuk kronis dengan berbagai tantangan kesehatan respirasi global pada abad ke-21. Pembahasan diawali dengan konsep dasar batuk kronis, epidemiologi global dan nasional, faktor risiko individu, lingkungan, perilaku, pekerjaan, urbanisasi, perubahan iklim, hingga dampaknya terhadap kualitas hidup dan sistem kesehatan. Buku ini juga menjelaskan hubungan batuk kronis dengan berbagai penyakit respirasi utama yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas global.
Keunggulan buku ini terletak pada pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan ilmu kedokteran klinis, kedokteran komunitas, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, epidemiologi, dan kebijakan kesehatan. Pembaca akan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendekatan biopsikososial, family-centered care, dan community-oriented primary care dalam penanganan batuk kronis yang berorientasi pada individu, keluarga, dan masyarakat.
Selain membahas aspek klinis dan epidemiologis, buku ini juga menguraikan berbagai strategi promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan advokatif yang dapat diterapkan dalam pengendalian batuk kronis. Topik yang dibahas meliputi promosi kesehatan, pengendalian faktor risiko, deteksi dini berbasis komunitas, penguatan pelayanan kesehatan primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), surveilans epidemiologi, pengendalian kualitas udara, vaksinasi, pengendalian infeksi, hingga transformasi sistem kesehatan yang responsif terhadap tantangan penyakit respirasi kronis.
Secara khusus, buku ini menyoroti keterkaitan batuk kronis dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG’s 3 (Good Health and Well-Being), SDG’s 4 (Quality Education), SDG’s 7 (Affordable and Clean Energy), SDG’s 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG’s 10 (Reduced Inequalities), SDG’s 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG’s 13 (Climate Action). Melalui perspektif tersebut, batuk kronis diposisikan bukan hanya sebagai masalah medis, tetapi juga sebagai indikator penting kesehatan lingkungan, sosial, ekonomi, dan pembangunan global.
Buku ditulis berdasarkan bukti ilmiah terkini dan rekomendasi organisasi kesehatan internasional, diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa kedokteran, dokter, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, praktisi kesehatan masyarakat, pengelola program kesehatan, serta pengambil kebijakan yang memiliki perhatian terhadap kesehatan respirasi dan pembangunan kesehatan berkelanjutan.
Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa pengendalian batuk kronis memerlukan pendekatan yang holistik, komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi gejala penyakit, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup individu, memperkuat sistem kesehatan, melindungi lingkungan, dan mendukung tercapainya kesehatan respirasi global yang lebih baik bagi generasi saat ini maupun masa depan.

 Kembali