No Image Available

PERAN KALSIUM Pada Tatalaksana PRERMENSTRUAL SYNDROME

 Penulis: Dr. dr. Kusuma Andriana, Sp.OG  Publisher: CV Sedaya Sumber  ISBN: -  Laman: 55 More Details
 Deskripsi:

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada wanita usia reproduksi, ditandai dengan sekumpulan gejala fisik, perilaku, dan psikologis yang terjadi secara siklik pada fase luteal menjelang haid. Sindrom ini memiliki prevalensi global yang luas dan dapat menyebabkan gangguan signifikan pada aktivitas sehari-hari, fungsi interpersonal, bahkan produktivitas kerja.
Etiologi PMS bersifat multifaktorial melibatkan fluktuasi hormon seks, disfungsi neurotransmiter, insufisiensi korpus luteum, dan ketidakseimbangan zat gizi. Bukti ilmiah yang berkembang pesat menunjukkan adanya korelasi kuat antara PMS dengan gangguan homeostasis mineral, khususnya hipokalsemia, pada fase luteal.
Buku ini secara komprehensif membahas hubungan patofisiologis antara metabolisme kalsium dan manifestasi klinis PMS. Dijelaskan bahwa fluktuasi estrogen selama fase luteal dapat memperburuk keseimbangan kalsium, menyebabkan hipokalsemia yang meningkatkan eksitabilitas neuromuskular dan ketidakstabilan suasana hati. Hal ini memicu gejala psikologis seperti iritabilitas, kecemasan, dan gangguan mood, serta gejala fisik seperti kram otot.
Tulisan ini berfokus pada peran terapeutik kalsium dan merupakan panduan berbasis bukti yang merekomendasikan pendekatan holistik terhadap tata laksana PMS, dengan menjadikan suplementasi kalsium sebagai strategi nutrisi esensial untuk meningkatkan kualitas hidup wanita usia reproduksi. Suplementasi Kalsium (1000-1200 mg/hari) diidentifikasi sebagai intervensi nutrisi yang aman dan memiliki bukti efikasi klinis yang kuat sebagai terapi adjuvan dalam manajemen PMS. Kalsium bekerja dengan menstabilkan fungsi neuromuskular dan memodulasi sistem neurotransmiter yang terganggu. Selain itu, buku ini juga menyoroti manfaat jangka panjang intervensi ini dalam memitigasi risiko osteoporosis, yang secara potensial lebih tinggi pada wanita dengan disregulasi hormonal dan mineral kronis akibat PMS.


 Kembali